Senin, 13 Desember 2010

Komunikasi Interpersonal Tatap Muka dan Bermedia

Manusia merupakan makhluk sosial. Keberadaannya di dunia menuntutnya melakukan komunikasi untuk bertahan hidup. Dapat dibayangkan manusia tanpa komunikasi, tanpa interaksi, akan hidup tanpa kehangatan, kasih sayang, dan perhatian. Penelitian pernah dilakukan, dua anak kembar, dengan wajah yang mirip, dipisahkan lalu keduanya mendapat perlakuan yang berbeda. Salah satunya aktif diajak bicara, dan yang lain selama hidupnya dikurung dalam kamar dan tidak diajak bicara. Bertahun-tahun kemudian, kondisi keduanya diperiksa. Anak yang aktif berkomunikasi mengalami pertumbuhan yang positif, cerdas, dan berkembang seperti ana seusianya. Sedangkan anak yang tidak aktif berkomunikasi, cenderung pendiam, dan takut bertemu orang, serta pertumbuhan dan perkembangan tubuh maupun jiwanya tidak normal.
Dari penelitian diatas menunjukkan bagaimana manusia memerlukan komunikasi dalam tumbuh dan kembangnya. Dalam berkomunikasi, seorang manusia memerlukan satu atau lebih orang untuk diajak berkomunikasi dan berinteraksi. Bila seseorang berkomunikasi dengan satu orang disebut komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi. Proses komunikasi interpersonal seperti ini dapat kita temui dimana saja dan kapan saja. Misalnya di pasar, kita dapat menemukan seorang pembeli yang sedang melakukan penawaran harga. Di gereja, ada seorang ibu yang sedang sharing dengan pendeta/romo. Begitu pula di kampus, seorang mahasiswa berdebat mengenai tugas dari dosen dengan seorang mahasiswa lainnya. Begitu banyak kegiatan yang dilakukan dengan komunikasi interpersonal. Proses komunikasi interpersonal yang terjadi dapat kita katakan sebagai komunikasi yang dilakukan dengan bertatap muka. Namun perkembangan teknologi yang pesat, seperti bermunculan ponsel dengan fitur yang lengkap. Bahkan adanya perkembangan media internet membuat manusia merasa nyaman menggunakannya.
Perkembangan media berdampak pada perkembangan komunikasi interpersonal. Bila sebelumnya kita membahas komunikasi interpersonal dengan tatap muka, lain halnya bila komunikasi yang kita lakukan dengan seseorang menggunakan alat, yaitu media elektronik seperti ponsel, dan internet. Sama halnya dengan dengan kegiatan interpersonal dengan tatp muka, komunikasi interpersonalpun dapat kita temui dimana saja dan kapan saja. Misalnya ketika menelepon, mengirim pesan baik lewat ponsel maupun pesan dengan menggunakan emai, atau pesan pada situs jejaring sosial facebook, atau dengan cara-cara lainnya yang menggunakan media.
Keberadaan komunikasi interpersonal menggunakan media memang banyak diminati masyarakat. Harga ponsel yang sangat murah yang bisa dijangkau semua kalangan dan kelengkapan fitur didalamnya, sehingga seseorang tidak harus memiliki modem dan komputer untuk mengakses internet. Walau begitu harga modem dan komputer masih bisa dijangkau oleh banyak kalangan. Namun esensi dari sebuah komunikasi interpersonal yang dilakukan dengan bertatap muka masih tidak dapat tergantikan oeleh perkembangan media. Jelaslah dalam setiap aspek pasti ada sisi positif dan sisi negatif. Begitupula dengan cara bertatap muka dan menggunakan media dalam komunikasi interpersonal. Berikut akan dijabarkan kelemahan dan kelebihan dari tatap muka dan bermedia.
Kelebihan komunikasi interpersonal tatap muka:
1. Membuat suatu komunikasi menjadi lebih efektif
Ketika saya berbicara (mengirim pesan) maka secara langsung tanpa ada penundaan pesan tersebut sampai pada lawan bicara saya (penerimaan pesan) dan saya akan mendapat tanggapan dari lawan bicara saya (feedback). Dengan tatap muka kita akan mengirim pesan secara langsing dan mendapat feedback pun secara langsung.
2. Kedalaman dan keakuratan isi
Komunikasi tatap muka jelas lebih memperkaya informasi baik yang dikirim maupun yang diterima. Ketika menyampaikan suatu informasi, lawan bicara kita bisa akan lebih memahami informasi tersebut tidak hanya lewat verbal tetapi nonverbal yang ditunjukkan. Begitupula sebaliknya, ketika ada feedback, kedalaman dan keakuratannya lebih tinggi.
3. Memahami lawan bicara
Dengan komunikasi tatap muka akan membuat seseorang memahami dan mempelajari lawan bicaranya lewat tatapan, raut wajah, gerakan alis, mulut, dan gerakan nonverbal lainnya yang ditunjukan. Bila lawan bicara terlihat murung maka saya akan mengurungkan niat untuk menceritakan masalahku dan sebaliknya merangkulnya. Bila semua gerakan nonverbalnya menunjukkan bahwa lawan bicara sedang senang, maka saya akan berniat berbicara mengenai pinjaman uangnya.
Adapun kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah tidak efisien dalam kecepatan menyampaikan pesan dan tidak efektif dalam waktu. Ketika kita mengedepankan komunikasi interpersonal dengan bertatap muka, kita akan dipusingkan masalah waktu dan tempat. Apabila lawan bicara anda berada di tempat yang jauh dari anda, apakah anda akan menemuinya sekedar untuk mengatakan bahwa hari ini tidak masuk kerja karena sakit. Bagaimana dengan lawan bicara yang berada diluar kota, luar pulau, dan luar negeri, apakah anda akan menemuinya hanya untuk berbicara tatap muka kepadanya. Hal tersebut berimbas dengan waktu yang ada. Bayangkan waktu anda akan tersita untuk perjalan menemui para lawan bicara anda. Hal tersebut membuat komunikasi berjalan tidak efisien.
Bagaimana dengan komunikasi interpersonal yang bermedia, kelebihan kelemahannya pun ada. Kelebihan dari komunikasi bermedia adalah pada keefisien waktu dan cepatnya pesan tersampaikan. Apabila sebelumnya dibahas mengenai susahnya berkomunikasi dengan lawan bcara yang jaraknya jauh, menggunakan media komunikasi adalah jawabannya. Dengan menelepon atau mengirimkan pesan kepada lawan bicara, memudahkan anda untuk menghemat waktu. Semua lawan bicara anda dimanapun mereka berada dapat anda jangkau.
Kelemahan dari komunikasi bermedia adalah pada keakuratan dan kedalaman isi serta tidak adanya kepahaman lawan bicara. Dengan komunikasi bermedia, kita akan mengabaikan pesan nonverbal, kita hanya menafsirkan sebuah pesan dari verbal, baik suara maupun tulisan. Hal tersebut tidak mendalami informasi yang disampaikan, apakah pesan tersebut benar atau tidak, apakah isi pesan mewakili perasaan lawan bicara, lalu munculah kesalahan dalam penafsiran pesan. Ketidakpahaman akan lawan bicara bisa terjadi, banyaknya kasus penculikan anak dimulai dari facebook pun karena tidak bisa tahu bagaimana lawan bicaranya di facebook. Bisa saja yang selama ini menjadi teman facebook anda adalah criminal, namun ia menunjukkan dirinya yang berbeda dari diri yang sebenar-benarnya.
Adanya komunikasi tatap muka dan bermedia tercipta untuk saling melengkapi, agar yang tidak efisien menjadi efisien dan yang tidak efektif menjadi efektif. Namun tetap saja keduanya tidak bisa saling menggantikan, karena tiap-tiapnya memiliki esensi tersendiri dalam penggunaannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar